INTERNASIONAL – Kabar buruk datang hari ini, Kamis (5/2/2026). Satu-satunya "tali pengikat" yang selama belasan tahun menahan nafsu nuklir dua raksasa dunia, Rusia dan Amerika Serikat, resmi putus. Perjanjian New START bubar jalan tanpa ada pembaruan dari Paman Sam.
Apa artinya buat kita warga bumi? Siap-siap, kita memasuki era "Free Fight" nuklir.
- Era "Rem Blong" Dimulai.
Pemerintah Rusia secara resmi menyatakan bahwa mulai hari ini, mereka tidak lagi terikat oleh batasan jumlah hulu ledak nuklir. Artinya? Baik Moskow maupun Washington kini bebas memproduksi dan menumpuk senjata "kiamat" sebanyak-banyaknya tanpa ada aturan yang melarang, dan tanpa ada inspeksi satu sama lain. Rusia memperingatkan akan mengambil tindakan tegas jika keamanan mereka terancam.
- Saling Tunjuk Hidung.
Kenapa bisa bubar? Drama klasik. Rusia mengklaim sudah menawarkan perpanjangan, tapi tidak ditanggapi serius. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan posisi Presiden Trump yang ogah kalau perjanjian ini cuma berdua. AS memaksa China harus ikut tanda tangan karena stok nuklir Beijing juga makin ngeri. Akibat gengsi ini, kesepakatan pun hangus.
- Dunia Panik.
Runtuhnya benteng terakhir ini memicu alarm bahaya global. Paus Leo XIV sampai memohon agar kedua negara tidak meninggalkan instrumen ini tanpa jaminan keamanan pengganti. Sementara itu, ICAN (Organisasi Penghapusan Senjata Nuklir) memperingatkan bahaya nyata: Perlombaan Senjata Jilid 2. Tanpa batasan New START, negara-negara lain bakal merasa tertekan untuk ikut-ikutan menumpuk nuklir demi bertahan hidup.
Kesimpulannya: Mulai hari ini, nasib keamanan dunia tidak lagi dijamin oleh hukum internasional, tapi murni bergantung pada "kebijaksanaan" (atau kenekatan) para pemimpin dunia. Sebuah perjudian nasib yang sangat mahal bagi miliaran nyawa manusia.(RED).
Sumber: CNBC Indonesia